Ensoleillé

Fingers can speak about your life

Tuesday, November 4, 2014

50/50

Beberapa menit yang lalu gue habis nonton 50/50. Awalnya karena pengen liat Joseph Gordon Levitt, tapi ternyata filmnya sedih banget. Sedih banget? Nggak juga sih, mungkin karena filmnya cukup menggambarkan apa yang terjadi sama diri gue sendiri. Hahaha. Berlebihan banget ya? So.... Filmnya itu tentang Adam yang mengidap tumor ganas which namanya susah banget apa, tapi intinya tumor itu ada di punggung nya. Entah itu tulang ekor, pinggang, atau apapun. Ada scene yang bener-bener mengingatkan gue sama salah satu kejadian nyata di kehidupan gue. Ya, scene ketika dokter menyatakan bahwa si Adam itu mengidap tumor ganas.

" A tumor? Me? Hey, that... That doesn't make any sense, so. I mean, I...I don't smoke, I don't drink, I.... You know? I recycle"

He denied. Yes of course he did that. Sama seperti gue ketika dokter menyatakan bahwa dari hasil USG, ada tumor disalah satu bagian tubuh gue. Though, dokter bilang itu bukan termasuk tumor yang ganas atau kita sebut kanker, tentunya gue ngga bisa menerima itu. Like.... THAT DOESN'T MAKE ANY SENSE!!! Reaksi gue dalam hati waktu itu ya sama persis kayak Adam, tapi karena gue bukan bule jadi cukup mata gue aja yang mengeluarkan emosi. Ditambah lagi, salah satu cara menghilangkan si kecil ini dari tubuh gue adalah dengan operasi. Gue jujur suka banget film-film yang potong tubuh kayak SAW, Hostel, dan sebangsa nya. Tapi gue, ngga bisa ngebayangin diri gue di operasi. Dude, that will be the whole long time yang gue sendiri ngga tau gimana akhirnya. Dokter juga bilang kalo gue harus rajin check up, mulai dari yang 3 bulan sekali, 6 bulan sekali sampai 1 tahun sekali. Umur tumor gue ini udah mau satu tahun Januari nanti. Dan gue sangat berharap kalo dia nggak membesar dan jadi anak terbaik di dalam jaringan tubuh gue. Hahaha. Gee, life is too serious that i make fun of it.Check up itu penting, karena dokter bilang bisa jadi ada sel-sel kanker yang tertutup sama tumor ini, gue berdoa semoga hal tersebut nggak ada di dalam tubuh gue.

Di diagnosa punya tumor di dalam tubuh itu ngga sama kayak sakit flu, batuk, panas. Menurut gue itu adalah hal yang sangat serius, dan semenjak itu gue bener-bener coba merubah pola hidup gue terutama makan dan olahraga. Ada sisi baiknya juga, dan gue merasa lebih baik. So, sekarang jelas kenapa gue suka film 50/50 selain Joseph yang main kan? Nonton film apapun yang berkaitan dengan hidup kita sendiri itu bagi gue adalah salah satu terapi termurah dan menghibur. Lo merasa bahwa lo ngga mengalami hal tersebut sendiri, ada orang lain juga. Seberapa buruk hidup lo, lo nggak sendirian itu yang terpenting.

Salah satu yang cukup menarik dan sama adalah ketika si Adam ini dikasih tau sahabatnya kalo pacar nya dia selingkuh. MAN, HE HAS CANCER!!! :( Hampir sama seperti cerita gue yang tiba-tiba..........................xxxxx Hahaha cukup sampai alfabet X aja deh ya.

Oh ya, satu hal lagi! GUE SANGAT AMAT BANGET BENCI SAMA ORANG YANG NGAKU-NGAKU SAKIT PARAH PADAHAL SEHAT-SEHAT AJA. Huhuhuhu. Tuhan udah kasih lo hidup sehat dan enak kok bisa-bisanya menggunakan situasi dan pura-pura sakit? Kalo bisa, gue mau deh sehat seratus persen dan ngga harus was-was setiap mau tidur dan bangun tidur, setiap tiba-tiba ngerasa nyeri banget dan lo cuma bisa tahan karena ngga ada obatnya. Bersyukurlah dikasih sehat, sakit bukan lah alat yang lo bisa gunakan untuk mendapatkan perhatian. Jika lo mau mendapat perhatian, berikan perhatian yang proper! Bukan mengada-ada. Haaaaaaaaaa baiklah, itu aja. Hahahaha.

I GIVE 50/50 238947128347192741234 STARS CAUSE THAT MOVIE WAS GOOD PLUS JOSEPH GORDON LEVITT.........YOU'RE DA BOMB!!!
Read More

Monday, June 30, 2014

We gotta be strong!

I just watched a beautiful movie, The Fault In Our Stars. I was crying during that time. Briefly, it was about two cancer survivors fell in love to each other, and support each other until they died. This, somehow reminds me, about one year ago when the doctor diagnosed me of having tumor. That time, i felt so sad and on my way home i couldn't stop crying. It's still benign actually, doctor said it's okay, but who the hell wish to have this living thing inside their bodies? Me? I never wished for it. We never know where this thing will end. Stay there with that size? Or maybe growing? I'm praying it will not hurt me more. Seriously, it's just benign tumor. I'm gonna be okay. Well then, why did i talk about movie? It's clear that Hazel has cancer, and it was very terrible. I'm afraid that, there will be a chance to get through that. But then, will i ever have my own Augustus? I'm not afraid of any illness, i'm afraid that when i'm sick, there'll be no one who support me sincerely, love me for who i am. That's what makes me sad. And i think, no matter how bad your illness is, you know that your strength, deep within yourself can beat anything which beats you from the outside and inside. We shouldn't be afraid of tumor and cancer. They can make you weak, but they can't stop you to be who you are. Hazel could go to Amsterdam! As long as you can walk, and makes your body and soul strong from the inside, i believe this kind of illness will not do anything bad to you! Even when they did, you know we are going to a better place, we will always be there eventually. I tried to forget that i am now not alone, i have something inside of me, living in my breast and i don't know if it will be hurting more, or it will be there until i die. I'm just grateful that God give me chance to feel the worse feelings in the world, so that i can feel the better, and the best. We will survive, no matter how it takes. 
Read More

Friday, June 20, 2014

20-6

Bulan sudah benar-benar diatas, jelas aku melihat nya. Pasti kamu tahu kalau bulan itu amat sangat jauh, seberapa pun aku menginginkan nya, jelas tidak mungkin aku menggapai. Maaf, aku hanya orang biasa, bukan astronot ataupun ilmuwan. Ketidak mampuan ku untuk menggapai yang jauh adalah hal yang dapat aku maklumi, tapi bagaimana dengan menggapai yang dekat? Kamu dekat, sangat dekat. Terkadang aku merasa bahwa aku memiliki mu lebih dari apa yang sebenarnya. Lebih dari apa yang kamu rasakan. Lalu, aku tersadar bahwa yang menyakitkan adalah ketidak mampuan ku untuk menggapai yang dekat, ketidak mampuan ku untuk membuat mu tahu apa yang aku rasakan. Ketidak mungkinan adalah hal yang mungkin. Seperti apa yang terjadi padaku sekarang. Kadang, aku berharap manusia dapat bekerja seperti mesin komputer. Benar-benar aku ingin menghilangkan semua ini dari hati dan pikiran ku. Yang lebih menyakitkan dari ketidak mampuan ku adalah rasa bahagia yang aku dapatkan dari kehadiran mu. Kenapa aku harus bahagia dengan rasa sakitku sendiri? Berkali-kali aku mencoba meyakinkan diriku bahwa kamu hanya teman, aku tidak pernah menyukai mu. Disaat itu pula aku tahu bahwa aku sendiri yang membuat diri ku jatuh lebih dalam dan itu sangat menyakitkan. Kata jatuh sangat dekat dengan kata bangun, tapi bagaimana aku bangun dalam keadaan terluka? Aku butuh pertolongan. Mungkin ini yang menjadi rasa sedih ku setiap hari. Aku tidak berani untuk merasa senang, aku takut hal itu yang membuat ku menjadi sedih. Tanpa sadar ketakutan ku sendiri telah membawa kesedihan menemani ku. Kamu tidak tahu itu, dan aku tidak mau kamu tahu. Aku cukup dengan menangis, jadi jangan mempertanyakan lagi kesedihanku. Ah, tentu kamu mempertanyakan, aku pun tidak pernah ada niat memberitahu mu. Satu hal, satu yang sangat penting. Berapa pun besarnya keinginan ku untuk menjadi alasan kamu bahagia, itu tidak pernah terjadi. Dan berapa sering pun aku mengatakan cukup lah kamu yang berbahagia, aku tidak akan bahagia. Walaupun begitu, harapan untuk melihatmu bahagia mungkin adalah satu-satunya hal yang masuk akal sekarang. Kadang aku mempertanyakan semua ini pada Tuhan "Kenapa kamu? Kenapa aku suka kamu?" Tuhan tidak menjawab. Aku tahu Tuhan mau aku yang mendapatkan jawaban nya sendiri, walaupun sekarang rasanya tidak sanggup lagi. Aku harus berhenti, sebelum kamu yang membuat aku berhenti. Aku bukan pejuang. Kalau pun aku pejuang, aku sudah hampir mati dan tidak lagi kuat seperti yang lain nya. Seperti kamu yang masih memperjuang kan hatimu untuk orang lain. Aku lelah mencoba. Sekali lagi, maaf aku bukan astronot, ilmuwan, maupun pejuang. Bulan dan kamu rasanya tidak mungkin lagi di gapai. Aku harap kamu dapat melihat bendera putih ini dengan jelas. Maaf. Maaf aku menyukai mu.
Read More

Monday, February 24, 2014

Broken A Little, Sweet Memories and Bright Future

Old times? Something just popped on my mind again. Still, with grammar errors and those grammar nazis will hate but at least i am trying to write up something here. <3 p="">
I am what they called 'broken-home child'. Yeah, it's me. My mom and dad divorced since i was a little girl, when i was eight if i'm not mistaken. Long time ago. That time, i knew that something really bad was happening, but i didn't really sure what it was.. The only thing i knew was, "I will not live with my mom and dad in the same time" which is a bad thing for a little girl like me. I remember clearly, one day.. Me, my sister and my friend tried to hide an envelope (or whatever it was, we thought it had something to do with the divorce) we tried to hide it behind my mom's toilette and hoped that our parents wouldn't need to break up. Until the day came, i was happily playing roller blade in front of our house with my friends then my dad came home, asked me to stop playing and that he wanted to say something to me. We walked to our bedroom and then my daddy said "Me and your mom won't live together anymore, you will live with mom but we can still have sleep overs" I remember it so bad, i was crying. As an eight years old girl, which couldn't really understand things like that, i was crying. I was crying when i was still standing on my roller blades, i was holding onto the wall and wiped my tears away, maybe i tried to be strong or i just didn't understand at all. The only question was "Why?" and it felt really hurt. I didn't really remember what was after that but then we moved to our grandparents' house. Me and my sister, but my brother was still staying with my dad. My little brother was my biggest enemy that time, he was all naughty and mean, maybe because we've been taken care differently. That was hard, i've experienced things like... My dad went missing, and my mom struggled so hard to pay for our school tuition, we lived in slums with a lot of neighbors who gossiped about us, and i was in elementary school that time, my last year. Ah.... I'm writing this and i feel so sad just to remember those times... The smell of the house, the road, the neighbors... It was like a crazy stage in my life. Then when i was reaching Junior High School, we moved again to our grandparents' house. I had better life to be honest, just like the time before we moved to the slums. Reason why we moved to the slums because it was the nearest to my school and we had no money so my mom decided to rent a house there, and our grandparents' house was so far away from my school. I remember my grandma said "You should study hard, prove the world that you can, show your dad that you could be smart even though you're not living with him" and by that, i was studying hard all day. Even, i was having a bit hard time in school too, not a lot of Junior High School friends which still in contact now...or even that time haha. Ah... my past, bittersweet. I always got good marks, yeah, i was a smarty gal that time! But leaving Junior High School, knowing lots of High School friends, my life changed. I played a lot so i wasn't that smart anymore but average....haha. That was actually a highlight of my past life that i suddenly remember this late night. I'm still crying if i remember those hard times, and really grateful for having a life like i'm living today. I believe that God will not let us suffer too long, God will always help. And actually i, as a child of humans, i really want to live in a complete family. A dad, mom, living in the same house with me, having some weekend hang outs together, stuff family do. But i can't. I'm 20 years old, and i experienced family outing only 8 years, and that's okay for me. I might be more lucky than someone else, i will just thank God for what i have. And... being a broken home child is not something that you can always relate to negativity. I'm highly against that cause me, and lots of broken home children out there are shining in our ways, in a good way. Even when our 'home' broken, we still have heart. And our heart is a home to our soul and to our life, use that well! Cause no matter what, we still the children of our parents, separated or not.


That was me.


Read More

Monday, October 7, 2013

[Review] Kuliah Observasi 011013

Seperti beberapa minggu belakangan ini, kami masih membahas jurnal-jurnal dan mempresentasikan nya dikelas. Dan berikut rangkuman analisa jurnal dari dua kelompok terakhir.

1. Efektivitas Metode Bermain Peran (Role Play) untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Pada Anak

Rumusan Masalah: Apakah ada perbedaan keterampilan komunikasi pada anak yang diberikan perlakuan metode bermain peran (role play) dengan anak yang tidak diberikan perlakuan metode bermain peran?

Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui efektivitas metode Role Play pada keterampilan komunikasi anak

Subjek Penelitian: 15 Siswa Siswi kelas B PAUD IT Durratul Islam Ngablak Magelang yang memiliki keterampilan komunikasi dibawah rata-rata berdasarkan observasi awal. 8 siswa/siswi dalam kelompok kontrol, dan 7 siswa/siswi dalam kelompok eksperimen.

Metode Penelitian: Child Behaviour Check List (CBCL)

Kelemahan Penelitian: Subjek penelitian, keterbatasan waktu yang dimiliki oleh peneliti sehingga waktu penelitian tidak cukup panjang untuk melihat perubahan-perubahan terhadap eksperimen tersebut, beberapa item yang kurang mewakili keterampilan berkomunikasi.

2. Memperkecil Frekuensi Membolos melalui Konseling Pribadi Diri

Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui apakah efektivitas konseling pribadi diri dapat memperkecil frekuensi membolos konseli pada semester ganjil tahun 2009/2010 di SMA Islam Lumajang.

Subjek Penelitian: 5 orang konseli dengan frekuensi membolos masing-masing 14,14,15,10 dan 18 kali.

Metode Penelitian: Observasi dan Wawancara

Hasil Penelitian: Terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan pada keterampilan komunikasi antara kelompok siswa yang diberikan metode bermain role play dan kelompok yang tidak diberi metode tersebut. Jadi, metode bermain peran efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi pada anak.


Read More

Monday, September 30, 2013

[Review] Kuliah Observasi 240913


Berikut adalah judul-judul beserta rangkuman dari hasil analisis jurnal beberapa kelompok yang telah presentasi pada minggu lalu.

Jurnal Kelompok 1

Kartu Motivasi Sebagai Bentuk Dukungan Sosial Dalam Proses Perawatan Pada Anak Kanker Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) Yang Diberikan Oleh Orangtua Dan Tinjauan Dari Agama Islam


Rumusan masalah
Bagaimana efektivitas pemberian kartu motivasi sebagai bentuk dukungan sosial orangtua terhadap anak yang sedang menjalani proses perawatan kanker LLA?
Metode penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Responden yang diambil dalam penelitian berjumlah 5 orang yaitu para orangtua dan dengan anaknya yang terdiagnosa kanker LLA.  Peneliti ini memeilih dan menentukan subjek penelitian dengan cara purposive sampling
Metode pengumpulan data :
Observasi dan wawancara mendalam atau in-depth interview (Chaedar,2002).
Hasil penelitian
Pada penelitian ini kartu motivasi menjadi salah satu komunikasi bagi orang tua kepada anak yang terdiagnosa kanker LLA.
Respon-respon yang muncul : ke 4 subjek penelitian merasa senang. Subjek 1 dan subjek 5 ikut membuat kartu motivasi untuk dirinya sendiri.
Komunikasi antara orang tua dengan subjek bersifat lebih intensif. Komunikasi seperti ini dinyatakan sebagai bentuk komunikasi terapeutik, dimana komunikasi tersebut bersifat penyembuhan.
Pada saat pemberian kartu motivasi terlihat adanya hubungan yang lebih dekat antara subjek dengan orang tuanya, subjek menjadi lebih ceria, gembira dan tidak memikirkan penyakit yang diidapnya.
Pembuatan kartu motivasi sebagai bentuk dukungan sosial dari orang tua kepada anak yang terdiagnosa kanker LLA secara umum menunjukan hasil yang efektif.
Kesimpulan
Dalam tinjauan Islam, dukungan emosional mencakup empati, kasih sayang, dan perhatian terhadap individu selain itu pemberian kartu motivasi hukumnya adalah mubah atau diperbolehkan
Pembuatan kartu motivasi sebagai bentuk dukungan sosial menjadi salah satu bentuk bagian dari terapi ekspresif yang menggunakan suatu proses seni kreatif untuk meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan emosional seorang anak, yang merupakan suatu bentuk dari art therapy, dan dapat dinyatkan sebagai bentuk komunikasi terapeutik (penyembuhan).
Kekurangan
Tidak ada penjelasan mengenai mekanisme observasi

Jurnal kelompok 2

Mengurangi Kecemasan Konseli Mengikuti Ujian Nasional Melalui Konseling Kelompok Dengan Strategi Relaksasi

Rumusan Masalah:
Apakah Konseling kelompok dengan relaksasi dapat mengurangi kecemasan konseli pada saat Ujian Nasional?
Tujuan Penelitian
Membantu konseli mengatasi masalah kecemasan menghadapi ujian, juga untuk meningkatkan aktivitas konseli dalam layanan konseling kelompok.
Metode Pengumpulan Data:
Observasi dan angket yang dianalisi secara kualitatif berdasarkan hasil refleksi jawaban positif dari konseli yang mengalami kecemasan.
Sample        
Penelitian ini dilakukan pada konseli kelas IXA SMP Negeri 1 Jatiroto yang mengalami kecemasan sejumlah 12 orang terdiri 4 orang konseli laki-laki dan 8 orang konseli perempuan.
Hasil
Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan dapat ditarik kesimpulan bahwa konseling kelompok dengan strategi relaksasi dapat membantu konseli mengatasi masalah kecemasan juga dapat meningkatkan aktivitas dalam layanan konseling kelompok.

Jurnal kelompok 4

Sexual Relationships of Elderly Males Who Have Lost Their Spouse

Fenomena
Jepang memiliki latar belakang sosial dan budaya dimana kehidupan seksual lansia dianggap negatif dan tidak dihormati (Backer, 1984; Yoshizawa, 1986).
Alasan penolakan:
-Kesalahpahaman sosial, mengabaikan lansia akibat harapan hidup pendek, dan penolakan nilai sosial mereka karena kecil kemungkinan untuk bereproduksi pernikahan mereka yang baru
- Lansia ditempatkan pada tingkat yg rendah dalam tangga sosial & dianggap tidak kompeten
- Perilaku seksual mereka tersembunyi karena umumnya menganggap bahwa urusan romantis memberikan kesan “playfull”
Rumusan Masalah
- Bagaimana hubungan mesra dengan lawan jenis terbentuk?
- Bagaimana mereka berperilaku dalam kehidupannya?
- Apa makna keberadaan teman lawan jenisnya tersebut?
Tujuan Penelitian
- Penelitian ini bertujuan untuk menunjukan bagaimana laki-laki lansia memperoleh hubungan seksual setelah kehilangan pasangan mereka dan sebagai hasilnya seperti apa hubungan sosial yang mereka capai.
- Untuk mencermati perilaku seksual dan pandangan mereka tentang perilaku seksual tersebut.
Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu :
- Wawancara semi-terstruktur dengan durasi waktu 2 jam untuk setiap wawancara
- Observasi
Sampel dan tekhnik sampling
        Sample
–      3 orang duda berusia diatas 60 tahun
        Karakteristik
–      Tetap menduda tetapi memiliki hubungan seksual saat ini
–      Subjek tinggal dipinggir kota Tokyo dan kota besar di Osaka
        Teknik sampling
–      Snowball sampling
Hasil
Memiliki pasangan seksual wanita membawa semangat tinggi yang dapat membuat perasaan bahagia kepada lansia.

Jurnal kelompok 6

Pelatihan Regulasi Emosi Untuk Menurunkan Perilaku Agresif Pada Anak

Masalah Penelitian
Apakah pelatihan regulasi emosi dapat menurunkan perilaku agresif pada anak masa sekolah kelas V SD yang berusia 10 tahun?
Metode pengumpulan data
- Penelitian ini menggunakan perilaku agresif anak sekolah sebagai objeknya, maka peneliti melakukan observasi dengan mengamati dan mengukur perilaku agresif anak kelas V SD yang berusia 10 tahun. Perilaku yang akan diamati adalah perilaku agresif fisik dan verbal yang bersifat terbuka atau tampak.
- Observasi perilaku dilakukan pada saat enam hari sebelum pelatihan (tahap A), enam hari sesudah pelatihan (tahap B) dan empat hari pada follow-up.
Sampel
Subjek penelitian berjumlah dua orang siswa  laki-laki sekolah dasar berusia 10 tahun yang berperilaku agresif.
Hasil
Pelatihan regulasi emosi dapat menurunkan perilaku agresif pada subjek penelitian ini, yaitu anak kelas V SD, berusia 10 tahun dan melakukan perilaku agresif fisik (menendang, memukul, merebut paksa, mengganggu atau usil dan mendorong) serta agresif verbal (mengejek, berteriak-teriak, membentak dan berkata kotor/ kasar). Kemampuan anak untuk melakukan regulasi emosi, yaitu menilai, mengatur.
Read More

Monday, September 23, 2013

Something Before Sleep

Almost midnight. Head is already full with a lot of things like... Cross-cultural psychology, journalistic psychology, and experimental in psychology. Plus, i need to finish lot of tasks which.... eung, you know... Who likes it? None? Ha-ha. I might 'like' it. Oh... Yes. Being fake is extremely easy. Well, in a time like this, sometimes there's a part in my brain which is recalling some moments in my life. Looking at lots of people around me. They are perfect, in many aspects. They can talk, spill what's on their mind, understand things well.. Very easy. I do feel jealous and uneasy about that. I mean.. Compare to me... I'm a Silver Queen while they are Godiva. Sometimes i feel useless as a person, what i know is.. I can't do things right. I can't speak my mind, and i can't be like them. Hey, i really wanted to be like them to be honest. Know what to say, know what to do, know their own selves. I tried to be, but in the process, i forgot that i wasn't being me. I tried to be someone else. I wasn't me. Then what's life if everyone's the same? If there's no one like me? What life will be? Now it's that war again, heart and brain can't stop fighting. But okay, can i rely on throat then? Since it's between brain and heart? Hahaha okay i'll stop the lame joke. I need to stop to think that everybody is better than me. Not that i am better than them, but it's all about how to be a better me. Despite the flaws and all, there's a good in me. I need to be me. To be proud of myself that's why i shall stop wanting to be like this or that. Allah created me for a reason, i may complete the world just the way i am. I don't have to be someone else, i guess. I just need a lot of times to be a better person, in many kind of aspects. I will never be perfect, and there will be a time that i want to be someone else again but now i just want to live my life happily. Like everyone else in the world, I was made for a reason.
Read More

Pages

Sunny Hwang. Powered by Blogger.

Me

My photo
Hopeless romantic,Easily attached, Crazy, Cover this :( with :) , Extremely emotional, grumble a lot, Sing like eat and Eat like sing, never count her breathes, Loving Ventolin since kid.

Followers

search

© Ensoleillé, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena