Fingers can speak about your life

Friday, June 20, 2014

20-6

Bulan sudah benar-benar diatas, jelas aku melihat nya. Pasti kamu tahu kalau bulan itu amat sangat jauh, seberapa pun aku menginginkan nya, jelas tidak mungkin aku menggapai. Maaf, aku hanya orang biasa, bukan astronot ataupun ilmuwan. Ketidak mampuan ku untuk menggapai yang jauh adalah hal yang dapat aku maklumi, tapi bagaimana dengan menggapai yang dekat? Kamu dekat, sangat dekat. Terkadang aku merasa bahwa aku memiliki mu lebih dari apa yang sebenarnya. Lebih dari apa yang kamu rasakan. Lalu, aku tersadar bahwa yang menyakitkan adalah ketidak mampuan ku untuk menggapai yang dekat, ketidak mampuan ku untuk membuat mu tahu apa yang aku rasakan. Ketidak mungkinan adalah hal yang mungkin. Seperti apa yang terjadi padaku sekarang. Kadang, aku berharap manusia dapat bekerja seperti mesin komputer. Benar-benar aku ingin menghilangkan semua ini dari hati dan pikiran ku. Yang lebih menyakitkan dari ketidak mampuan ku adalah rasa bahagia yang aku dapatkan dari kehadiran mu. Kenapa aku harus bahagia dengan rasa sakitku sendiri? Berkali-kali aku mencoba meyakinkan diriku bahwa kamu hanya teman, aku tidak pernah menyukai mu. Disaat itu pula aku tahu bahwa aku sendiri yang membuat diri ku jatuh lebih dalam dan itu sangat menyakitkan. Kata jatuh sangat dekat dengan kata bangun, tapi bagaimana aku bangun dalam keadaan terluka? Aku butuh pertolongan. Mungkin ini yang menjadi rasa sedih ku setiap hari. Aku tidak berani untuk merasa senang, aku takut hal itu yang membuat ku menjadi sedih. Tanpa sadar ketakutan ku sendiri telah membawa kesedihan menemani ku. Kamu tidak tahu itu, dan aku tidak mau kamu tahu. Aku cukup dengan menangis, jadi jangan mempertanyakan lagi kesedihanku. Ah, tentu kamu mempertanyakan, aku pun tidak pernah ada niat memberitahu mu. Satu hal, satu yang sangat penting. Berapa pun besarnya keinginan ku untuk menjadi alasan kamu bahagia, itu tidak pernah terjadi. Dan berapa sering pun aku mengatakan cukup lah kamu yang berbahagia, aku tidak akan bahagia. Walaupun begitu, harapan untuk melihatmu bahagia mungkin adalah satu-satunya hal yang masuk akal sekarang. Kadang aku mempertanyakan semua ini pada Tuhan "Kenapa kamu? Kenapa aku suka kamu?" Tuhan tidak menjawab. Aku tahu Tuhan mau aku yang mendapatkan jawaban nya sendiri, walaupun sekarang rasanya tidak sanggup lagi. Aku harus berhenti, sebelum kamu yang membuat aku berhenti. Aku bukan pejuang. Kalau pun aku pejuang, aku sudah hampir mati dan tidak lagi kuat seperti yang lain nya. Seperti kamu yang masih memperjuang kan hatimu untuk orang lain. Aku lelah mencoba. Sekali lagi, maaf aku bukan astronot, ilmuwan, maupun pejuang. Bulan dan kamu rasanya tidak mungkin lagi di gapai. Aku harap kamu dapat melihat bendera putih ini dengan jelas. Maaf. Maaf aku menyukai mu.

0 comments:

Post a Comment

Pages

Sunny Hwang. Powered by Blogger.

Me

My photo
Hopeless romantic,Easily attached, Crazy, Cover this :( with :) , Extremely emotional, grumble a lot, Sing like eat and Eat like sing, never count her breathes, Loving Ventolin since kid.

Followers

search

© Ensoleillé, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena