Perkembangan seksual pada remaja menjadi perhatian bagi banyak orang namun pengkajian terhadap seksualitas pada remaja autis sangat terbatas. Dalam jurnal ini digambarkan bagaimana seksualitas remaja autis pada masa puber, yang hasil dari penelitian nya didapatkan dari kedua subjek berinisial AH dan VA. Remaja autistik sulit memahami keinginannya, begitu pula memahami dorongan seksual yang terjadi pada mereka. Remaja autistik yang tidak beruntung akan bingung menghadapi perubahan dalam tubuhnya maupun perasaannya. Sementara bagi remaja yang lebih paham dan berpendidikan, ada tambahan kesulitan beradaptasi dengan dunia sosial dimana teman seusia sudah lebih berkembang. Bagi orangtua, banyak kecemasan dan keprihatinan. Anak sudah makin tua, orangtua juga makin tua, sehingga tentu saja, makin lelah (Sicile-Kira, 2006). Berbagai tantangan dihadapi keluarga dengan remaja autistik (Hecimovic dan Gregory, dalam Zager, 2005) antara lain: tidak adanya dukungan dari lingkungan, stres dalam keluarga, masalah keuangan, masalah pendidikan lanjutan, masalah ketersediaan lapangan kerja dan masalah masa depan. Masyarakat menuntut remaja lebih mampu mengatur perilakunya, justru pada saat dimana remaja makin ’sulit diatur’. Bukan saja sulit diatur, kadang perilaku agresif atau ’menyakiti diri sendiri’ meningkat dengan tibanya masa pubertas (Sicile-Kira, 2006).
Selain itu, dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode triangulasi yaitu wawancara, observasi dan dokumen. Peneliti melakukan wawancara kepada caregiver dari kedua remaja tersebut yaitu orang tua, guru, dan pengasuh. Lalu juga melakukan observasi terhadap mereka meskipun tidak dijabarkan bagaimana proses nya, tempat, dan waktu observasi tersebut dilakukan yang menjadi kekurangan dari jurnal ini. Selain itu peneliti juga melihat dokumen, arsip-arsip dari kedua subjek. Hasil nya, orang tua subjek memiliki persiapan, seperti persiapan mental. Pada subjek kedua, orang tua mengajarkan subjek untuk menggunakan pantyliners, sebelum beralih ke pembalut. Berdasarkan pada analisis informasi, kedua subjek juga memperlihatkan ketertarikan pada lawan jenis saat memasuki usia puber.
referensi:
Takjub...great blog...!!
ReplyDeleteWaaah.. Terima kasih mas! ^^
ReplyDelete