Fingers can speak about your life

Monday, February 24, 2014

Broken A Little, Sweet Memories and Bright Future

Old times? Something just popped on my mind again. Still, with grammar errors and those grammar nazis will hate but at least i am trying to write up something here. <3 p="">
I am what they called 'broken-home child'. Yeah, it's me. My mom and dad divorced since i was a little girl, when i was eight if i'm not mistaken. Long time ago. That time, i knew that something really bad was happening, but i didn't really sure what it was.. The only thing i knew was, "I will not live with my mom and dad in the same time" which is a bad thing for a little girl like me. I remember clearly, one day.. Me, my sister and my friend tried to hide an envelope (or whatever it was, we thought it had something to do with the divorce) we tried to hide it behind my mom's toilette and hoped that our parents wouldn't need to break up. Until the day came, i was happily playing roller blade in front of our house with my friends then my dad came home, asked me to stop playing and that he wanted to say something to me. We walked to our bedroom and then my daddy said "Me and your mom won't live together anymore, you will live with mom but we can still have sleep overs" I remember it so bad, i was crying. As an eight years old girl, which couldn't really understand things like that, i was crying. I was crying when i was still standing on my roller blades, i was holding onto the wall and wiped my tears away, maybe i tried to be strong or i just didn't understand at all. The only question was "Why?" and it felt really hurt. I didn't really remember what was after that but then we moved to our grandparents' house. Me and my sister, but my brother was still staying with my dad. My little brother was my biggest enemy that time, he was all naughty and mean, maybe because we've been taken care differently. That was hard, i've experienced things like... My dad went missing, and my mom struggled so hard to pay for our school tuition, we lived in slums with a lot of neighbors who gossiped about us, and i was in elementary school that time, my last year. Ah.... I'm writing this and i feel so sad just to remember those times... The smell of the house, the road, the neighbors... It was like a crazy stage in my life. Then when i was reaching Junior High School, we moved again to our grandparents' house. I had better life to be honest, just like the time before we moved to the slums. Reason why we moved to the slums because it was the nearest to my school and we had no money so my mom decided to rent a house there, and our grandparents' house was so far away from my school. I remember my grandma said "You should study hard, prove the world that you can, show your dad that you could be smart even though you're not living with him" and by that, i was studying hard all day. Even, i was having a bit hard time in school too, not a lot of Junior High School friends which still in contact now...or even that time haha. Ah... my past, bittersweet. I always got good marks, yeah, i was a smarty gal that time! But leaving Junior High School, knowing lots of High School friends, my life changed. I played a lot so i wasn't that smart anymore but average....haha. That was actually a highlight of my past life that i suddenly remember this late night. I'm still crying if i remember those hard times, and really grateful for having a life like i'm living today. I believe that God will not let us suffer too long, God will always help. And actually i, as a child of humans, i really want to live in a complete family. A dad, mom, living in the same house with me, having some weekend hang outs together, stuff family do. But i can't. I'm 20 years old, and i experienced family outing only 8 years, and that's okay for me. I might be more lucky than someone else, i will just thank God for what i have. And... being a broken home child is not something that you can always relate to negativity. I'm highly against that cause me, and lots of broken home children out there are shining in our ways, in a good way. Even when our 'home' broken, we still have heart. And our heart is a home to our soul and to our life, use that well! Cause no matter what, we still the children of our parents, separated or not.


That was me.


Read More

Monday, October 7, 2013

[Review] Kuliah Observasi 011013

Seperti beberapa minggu belakangan ini, kami masih membahas jurnal-jurnal dan mempresentasikan nya dikelas. Dan berikut rangkuman analisa jurnal dari dua kelompok terakhir.

1. Efektivitas Metode Bermain Peran (Role Play) untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Pada Anak

Rumusan Masalah: Apakah ada perbedaan keterampilan komunikasi pada anak yang diberikan perlakuan metode bermain peran (role play) dengan anak yang tidak diberikan perlakuan metode bermain peran?

Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui efektivitas metode Role Play pada keterampilan komunikasi anak

Subjek Penelitian: 15 Siswa Siswi kelas B PAUD IT Durratul Islam Ngablak Magelang yang memiliki keterampilan komunikasi dibawah rata-rata berdasarkan observasi awal. 8 siswa/siswi dalam kelompok kontrol, dan 7 siswa/siswi dalam kelompok eksperimen.

Metode Penelitian: Child Behaviour Check List (CBCL)

Kelemahan Penelitian: Subjek penelitian, keterbatasan waktu yang dimiliki oleh peneliti sehingga waktu penelitian tidak cukup panjang untuk melihat perubahan-perubahan terhadap eksperimen tersebut, beberapa item yang kurang mewakili keterampilan berkomunikasi.

2. Memperkecil Frekuensi Membolos melalui Konseling Pribadi Diri

Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui apakah efektivitas konseling pribadi diri dapat memperkecil frekuensi membolos konseli pada semester ganjil tahun 2009/2010 di SMA Islam Lumajang.

Subjek Penelitian: 5 orang konseli dengan frekuensi membolos masing-masing 14,14,15,10 dan 18 kali.

Metode Penelitian: Observasi dan Wawancara

Hasil Penelitian: Terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan pada keterampilan komunikasi antara kelompok siswa yang diberikan metode bermain role play dan kelompok yang tidak diberi metode tersebut. Jadi, metode bermain peran efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi pada anak.


Read More

Monday, September 30, 2013

[Review] Kuliah Observasi 240913


Berikut adalah judul-judul beserta rangkuman dari hasil analisis jurnal beberapa kelompok yang telah presentasi pada minggu lalu.

Jurnal Kelompok 1

Kartu Motivasi Sebagai Bentuk Dukungan Sosial Dalam Proses Perawatan Pada Anak Kanker Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) Yang Diberikan Oleh Orangtua Dan Tinjauan Dari Agama Islam


Rumusan masalah
Bagaimana efektivitas pemberian kartu motivasi sebagai bentuk dukungan sosial orangtua terhadap anak yang sedang menjalani proses perawatan kanker LLA?
Metode penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Responden yang diambil dalam penelitian berjumlah 5 orang yaitu para orangtua dan dengan anaknya yang terdiagnosa kanker LLA.  Peneliti ini memeilih dan menentukan subjek penelitian dengan cara purposive sampling
Metode pengumpulan data :
Observasi dan wawancara mendalam atau in-depth interview (Chaedar,2002).
Hasil penelitian
Pada penelitian ini kartu motivasi menjadi salah satu komunikasi bagi orang tua kepada anak yang terdiagnosa kanker LLA.
Respon-respon yang muncul : ke 4 subjek penelitian merasa senang. Subjek 1 dan subjek 5 ikut membuat kartu motivasi untuk dirinya sendiri.
Komunikasi antara orang tua dengan subjek bersifat lebih intensif. Komunikasi seperti ini dinyatakan sebagai bentuk komunikasi terapeutik, dimana komunikasi tersebut bersifat penyembuhan.
Pada saat pemberian kartu motivasi terlihat adanya hubungan yang lebih dekat antara subjek dengan orang tuanya, subjek menjadi lebih ceria, gembira dan tidak memikirkan penyakit yang diidapnya.
Pembuatan kartu motivasi sebagai bentuk dukungan sosial dari orang tua kepada anak yang terdiagnosa kanker LLA secara umum menunjukan hasil yang efektif.
Kesimpulan
Dalam tinjauan Islam, dukungan emosional mencakup empati, kasih sayang, dan perhatian terhadap individu selain itu pemberian kartu motivasi hukumnya adalah mubah atau diperbolehkan
Pembuatan kartu motivasi sebagai bentuk dukungan sosial menjadi salah satu bentuk bagian dari terapi ekspresif yang menggunakan suatu proses seni kreatif untuk meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan emosional seorang anak, yang merupakan suatu bentuk dari art therapy, dan dapat dinyatkan sebagai bentuk komunikasi terapeutik (penyembuhan).
Kekurangan
Tidak ada penjelasan mengenai mekanisme observasi

Jurnal kelompok 2

Mengurangi Kecemasan Konseli Mengikuti Ujian Nasional Melalui Konseling Kelompok Dengan Strategi Relaksasi

Rumusan Masalah:
Apakah Konseling kelompok dengan relaksasi dapat mengurangi kecemasan konseli pada saat Ujian Nasional?
Tujuan Penelitian
Membantu konseli mengatasi masalah kecemasan menghadapi ujian, juga untuk meningkatkan aktivitas konseli dalam layanan konseling kelompok.
Metode Pengumpulan Data:
Observasi dan angket yang dianalisi secara kualitatif berdasarkan hasil refleksi jawaban positif dari konseli yang mengalami kecemasan.
Sample        
Penelitian ini dilakukan pada konseli kelas IXA SMP Negeri 1 Jatiroto yang mengalami kecemasan sejumlah 12 orang terdiri 4 orang konseli laki-laki dan 8 orang konseli perempuan.
Hasil
Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan dapat ditarik kesimpulan bahwa konseling kelompok dengan strategi relaksasi dapat membantu konseli mengatasi masalah kecemasan juga dapat meningkatkan aktivitas dalam layanan konseling kelompok.

Jurnal kelompok 4

Sexual Relationships of Elderly Males Who Have Lost Their Spouse

Fenomena
Jepang memiliki latar belakang sosial dan budaya dimana kehidupan seksual lansia dianggap negatif dan tidak dihormati (Backer, 1984; Yoshizawa, 1986).
Alasan penolakan:
-Kesalahpahaman sosial, mengabaikan lansia akibat harapan hidup pendek, dan penolakan nilai sosial mereka karena kecil kemungkinan untuk bereproduksi pernikahan mereka yang baru
- Lansia ditempatkan pada tingkat yg rendah dalam tangga sosial & dianggap tidak kompeten
- Perilaku seksual mereka tersembunyi karena umumnya menganggap bahwa urusan romantis memberikan kesan “playfull”
Rumusan Masalah
- Bagaimana hubungan mesra dengan lawan jenis terbentuk?
- Bagaimana mereka berperilaku dalam kehidupannya?
- Apa makna keberadaan teman lawan jenisnya tersebut?
Tujuan Penelitian
- Penelitian ini bertujuan untuk menunjukan bagaimana laki-laki lansia memperoleh hubungan seksual setelah kehilangan pasangan mereka dan sebagai hasilnya seperti apa hubungan sosial yang mereka capai.
- Untuk mencermati perilaku seksual dan pandangan mereka tentang perilaku seksual tersebut.
Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu :
- Wawancara semi-terstruktur dengan durasi waktu 2 jam untuk setiap wawancara
- Observasi
Sampel dan tekhnik sampling
        Sample
–      3 orang duda berusia diatas 60 tahun
        Karakteristik
–      Tetap menduda tetapi memiliki hubungan seksual saat ini
–      Subjek tinggal dipinggir kota Tokyo dan kota besar di Osaka
        Teknik sampling
–      Snowball sampling
Hasil
Memiliki pasangan seksual wanita membawa semangat tinggi yang dapat membuat perasaan bahagia kepada lansia.

Jurnal kelompok 6

Pelatihan Regulasi Emosi Untuk Menurunkan Perilaku Agresif Pada Anak

Masalah Penelitian
Apakah pelatihan regulasi emosi dapat menurunkan perilaku agresif pada anak masa sekolah kelas V SD yang berusia 10 tahun?
Metode pengumpulan data
- Penelitian ini menggunakan perilaku agresif anak sekolah sebagai objeknya, maka peneliti melakukan observasi dengan mengamati dan mengukur perilaku agresif anak kelas V SD yang berusia 10 tahun. Perilaku yang akan diamati adalah perilaku agresif fisik dan verbal yang bersifat terbuka atau tampak.
- Observasi perilaku dilakukan pada saat enam hari sebelum pelatihan (tahap A), enam hari sesudah pelatihan (tahap B) dan empat hari pada follow-up.
Sampel
Subjek penelitian berjumlah dua orang siswa  laki-laki sekolah dasar berusia 10 tahun yang berperilaku agresif.
Hasil
Pelatihan regulasi emosi dapat menurunkan perilaku agresif pada subjek penelitian ini, yaitu anak kelas V SD, berusia 10 tahun dan melakukan perilaku agresif fisik (menendang, memukul, merebut paksa, mengganggu atau usil dan mendorong) serta agresif verbal (mengejek, berteriak-teriak, membentak dan berkata kotor/ kasar). Kemampuan anak untuk melakukan regulasi emosi, yaitu menilai, mengatur.
Read More

Monday, September 23, 2013

Something Before Sleep

Almost midnight. Head is already full with a lot of things like... Cross-cultural psychology, journalistic psychology, and experimental in psychology. Plus, i need to finish lot of tasks which.... eung, you know... Who likes it? None? Ha-ha. I might 'like' it. Oh... Yes. Being fake is extremely easy. Well, in a time like this, sometimes there's a part in my brain which is recalling some moments in my life. Looking at lots of people around me. They are perfect, in many aspects. They can talk, spill what's on their mind, understand things well.. Very easy. I do feel jealous and uneasy about that. I mean.. Compare to me... I'm a Silver Queen while they are Godiva. Sometimes i feel useless as a person, what i know is.. I can't do things right. I can't speak my mind, and i can't be like them. Hey, i really wanted to be like them to be honest. Know what to say, know what to do, know their own selves. I tried to be, but in the process, i forgot that i wasn't being me. I tried to be someone else. I wasn't me. Then what's life if everyone's the same? If there's no one like me? What life will be? Now it's that war again, heart and brain can't stop fighting. But okay, can i rely on throat then? Since it's between brain and heart? Hahaha okay i'll stop the lame joke. I need to stop to think that everybody is better than me. Not that i am better than them, but it's all about how to be a better me. Despite the flaws and all, there's a good in me. I need to be me. To be proud of myself that's why i shall stop wanting to be like this or that. Allah created me for a reason, i may complete the world just the way i am. I don't have to be someone else, i guess. I just need a lot of times to be a better person, in many kind of aspects. I will never be perfect, and there will be a time that i want to be someone else again but now i just want to live my life happily. Like everyone else in the world, I was made for a reason.
Read More

Tuesday, September 17, 2013

[Review] Kuliah Observasi 17092013

Hari ini 4 kelompok yang belum maju mempresentasikan hasil analisa jurnal mereka. Judul-judul jurnal tersebut adalah:

1. Penerapan Terapi Realitas Untuk Membantu Coping-Stress pada Wanita Pekerja Seksual dengan HIV Positif.

2. Subjective Well-Being Anak dari Orang Tua yang Bercerai.

3. Gender pada Iklan Televisi dengan Metode Semiotika.

4. Studi Kasus: Dampak Psikososial Enuresis pada Remaja Putri

Dari jurnal-jurnal diatas, kekurangan nya adalah data yang disajikan tidak begitu detail. Untuk itu kelas membahas tentang kekurangan dari jurnal-jurnal tersebut, dan diharapkan analisis jurnal selanjutnya dapat diperbaiki, seperti membahas teori dan juga kritik dari mahasiswa terhadap jurnal pada saat presentasi nanti.

-------------------------------------------------------------------------------

Dalam penelitian (psikologi), diharapkan peneliti melakukan beberapa hal-hal dibawah ini:

- Carilah terlebih dahulu fenomena (sosial atau individu) dan temukan masalahnya, yang dapat menentukan pengambilan data di lapangan. Fenomena sosial biasanya menggabungkan kuantitatif dan kualitatif. Kualitatif sebagai pendalaman dari penelitian tersebut.

- Bedah fenomena sebelum mencari teori.

- Hubungkan dengan teori psikologi (Psikoanalisa, Behavior, Humanistik)


Read More

Monday, September 16, 2013

[Review] Analisis Jurnal: Seksualitas Remaja Autis Pada Masa Puber oleh Farida Tri Widyasti

Perkembangan seksual pada remaja menjadi perhatian bagi banyak orang namun pengkajian terhadap seksualitas pada remaja autis sangat terbatas. Dalam jurnal ini digambarkan bagaimana seksualitas remaja autis pada masa puber, yang hasil dari penelitian nya didapatkan dari kedua subjek berinisial AH dan VA. Remaja autistik sulit memahami keinginannya, begitu pula memahami dorongan seksual yang terjadi pada mereka. Remaja autistik yang tidak beruntung akan bingung menghadapi perubahan dalam tubuhnya maupun perasaannya. Sementara bagi remaja yang lebih paham dan berpendidikan, ada tambahan kesulitan beradaptasi dengan dunia sosial dimana teman seusia sudah lebih berkembang. Bagi orangtua, banyak kecemasan dan keprihatinan. Anak sudah makin tua, orangtua juga makin tua, sehingga tentu saja, makin lelah (Sicile-Kira, 2006). Berbagai tantangan dihadapi keluarga dengan remaja autistik (Hecimovic dan Gregory, dalam Zager, 2005) antara lain: tidak adanya dukungan dari lingkungan, stres dalam keluarga, masalah keuangan, masalah pendidikan lanjutan, masalah ketersediaan lapangan kerja dan masalah masa depan. Masyarakat menuntut remaja lebih mampu mengatur perilakunya, justru pada saat dimana remaja makin ’sulit diatur’. Bukan saja sulit diatur, kadang perilaku agresif atau ’menyakiti diri sendiri’ meningkat dengan tibanya masa pubertas (Sicile-Kira, 2006). 
Selain itu, dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode triangulasi yaitu wawancara, observasi dan dokumen. Peneliti melakukan wawancara kepada caregiver dari kedua remaja tersebut yaitu orang tua, guru, dan pengasuh. Lalu juga melakukan observasi terhadap mereka meskipun tidak dijabarkan bagaimana proses nya, tempat, dan waktu observasi tersebut dilakukan yang menjadi kekurangan dari jurnal ini. Selain itu peneliti juga melihat dokumen, arsip-arsip dari kedua subjek. Hasil nya, orang tua subjek memiliki persiapan, seperti persiapan mental. Pada subjek kedua, orang tua mengajarkan subjek untuk menggunakan pantyliners, sebelum beralih ke pembalut. Berdasarkan pada analisis informasi, kedua subjek juga memperlihatkan ketertarikan pada lawan jenis saat memasuki usia puber.


referensi:


Read More

Review Kuliah Psikodiagnostik Observasi

Kuliah Selasa tanggal 10 september 2013 lalu berawal dari membahas sedikit tentang pengertian, tujuan dan jenis-jenis observasi, dilanjutkan dengan presentasi dari tiga kelompok pertama mengenai analisis jurnal yang menggunakan metode observasi. Berikut adalah review materi perkuliahan (rangkuman) dan highlight dari presentasi analisis jurnal. 

Observasi: Metode pengumpulan data secara sistematis melalui pengamatan dan pencatatan terhadap objek yang diteliti. Dalam arti sempit, mengamati secara langsung objek yang diteliti baik dalam situasi alamiah maupun buatan. Sedangkan dalam arti luas, mengamati secara tak langsung dengan bantuan alat-alat yang telah disiapkan sebelumnya maupun yang disiapkan khusus untuk keperluan penelitian.

Tujuan Observasi: Mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas yang sedang berlangsung, orang-orang yang terlibat di dalam aktivitas tersebut, serta makna kejadian yang dilihat dari sudut pandang mereka yang terlibat dalam kejadian tersebut.

Yang diobservasi: Tujuan yang menjadi target penelitian, ekspresi, respon, perilaku baik secara verbal atau non verbal ketika stimulus muncul. Aspek khusus dari perilaku individu maupun kelompok serta situasi atau proses. Waktu, tempat, gaya bahasa dan penampakan eksterior (seperti cara berjalan).

Jenis-jenis observasi antara lain adalah Observasi Sistematik, Observasi Eksperimental, Observasi Partisipan, Obstrusive dan Unobstrusive, dan Observasi formal dan informal. 

Jurnal-jurnal yang dibahas dari ketiga kelompok tersebut adalah:

1. Seksualitas Remaja Autis Pada Masa Puber

Jurnal ini membahas tentang bagaimana peneliti bertujuan untuk menggambarkan seksualitas pada remaja autis, peneliti tidak memberikan informasi yang cukup detail di dalam jurnal tersebut. 

2. Mangupa Pada Pasangan Pernikahan Pemula dalam Masyarakat Perantau Tapanuli Selatan

Jurnal ini mengangkat tema-tema psikologis yang ada pada tradisi mangupa. 

3. Presentasi Diri dan Desepsi dalam Komunikasi Media Computer Pada Pengguna Internet Relay Chat

Jurnal ini berupaya untuk mengkaji komunikasi antar pengguna komputer disaat mereka tidak berinteraksi secara langsung namun hanya dalam menggunakan kata-kata dalam bentuk chat.

Referensi:



Read More

Pages

Sunny Hwang. Powered by Blogger.

Me

My photo
Hopeless romantic,Easily attached, Crazy, Cover this :( with :) , Extremely emotional, grumble a lot, Sing like eat and Eat like sing, never count her breathes, Loving Ventolin since kid.

Followers

search

© Ensoleillé, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena